Kuliner

Kedai Kharimah, Sajikan Cita Rasa Tradisional yang Menggugah Selera di Kedungwuni

Pekalongan — Di tengah ramainya kuliner modern yang makin menjamur, Kedai Kharimah hadir sebagai pilihan tepat bagi pecinta masakan tradisional rumahan. Berlokasi strategis di Jalan Raya Perum Raya Puri Kedungwuni, warung sederhana ini berhasil mencuri perhatian masyarakat sejak berdiri dua tahun lalu.

Pemiliknya, Sugiyono atau yang akrab disapa Pak Giono, bukanlah orang baru dalam dunia profesional. Ia merupakan mantan Kepala Bank Kredit Milik Negara yang kemudian mengambil langkah besar dengan beralih ke usaha kuliner. Dedikasinya dalam mengelola warung ini ternyata membuahkan hasil: Kedai Kharimah dapat meraih omzet rata-rata Rp500.000 per hari, sebuah capaian yang cukup menjanjikan untuk warung rumahan.

Kedai Kharimah menawarkan berbagai menu khas nusantara dengan harga sangat terjangkau. Menu favorit pelanggan di antaranya, Botok tahu tempe Rp8.500, Pecel lontong dengan sambal kacang yang gurih Rp8.000, Mie soo yang hangat dan sedap Rp12.000, Kolak manis segar sebagai hidangan penutup Rp3.000, Mie so bakso dan iga kisaran Rp12.000

Kombinasi rasa autentik, bahan segar, dan citarasa dapur rumahan menjadikan warung ini kerap dipadati pembeli, terutama pada jam makan siang.

Warung yang buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB ini sengaja tutup pada hari Minggu, agar sang pemilik dan tim bisa beristirahat serta menyiapkan stok bahan terbaik untuk keesokan harinya.

Tak hanya soal makanan, suasana warung yang sederhana namun bersih dan nyaman membuat pelanggan merasa seperti makan di rumah sendiri. Pelayanan ramah dari Pak Giono serta keluarga juga menjadi nilai tambah yang membuat pelanggan betah untuk datang kembali.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kurniawan, salah satu pelanggan setia Kedai Kharimah. “Warung yang pas buat makan keluarga. Rasa khas tradisional, lezat dan maknyus. Yang penting, makan di sini bikin kantong tetap tebal,” ujarnya sambil tersenyum.

Dengan konsep yang mengutamakan nilai kehangatan keluarga, rasa tradisional, dan harga bersahabat, Kedai Kharimah perlahan tapi pasti menjadi ikon kuliner lokal yang wajib dikunjungi saat berada di wilayah Kedungwuni dan sekitarnya.

Pak Giono berharap, ke depan Kedai Kharimah bisa semakin berkembang dan menjadi tempat berkumpul masyarakat dalam menikmati kuliner yang menggugah selera namun tetap sesuai dengan budaya lokal. “Yang penting pelanggan senang, kenyang, dan bisa kembali lagi besok,” pungkasnya dengan rendah hati

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button