Mengurai Kelembutan Lopis Pekalongan: Simbol Perekat Silaturahmi dan Tradisi Syawalan
cahayapublik.com I Jika Yogyakarta membanggakan gudeg dan Palembang tersohor dengan pempeknya, maka Pekalongan memiliki racikan manis-gurih legendaris yang tak kalah memikat: Lopis Pekalongan.
Bukan sekadar kudapan pasar pelipur lapar, lopis di Pekalongan menduduki tahta tertinggi sebagai hidangan kultural yang sarat akan nilai sejarah, kebersamaan, dan spiritualitas masyarakat pesisir.
Anatomi Rasa: Sederhana namun Membekas di Lidah
Lopis terbuat dari bahan utama yang bersahaja: beras ketan pilihan. Ketan dibungkus rapat menggunakan daun pisang, lalu diikat kencang sebelum direbus selama berjam-jam hingga matang sempurna dan menghasilkan tekstur yang amat padat namun tetap kenyal (chewy).
Saat disajikan, lopis dipotong tipis-tipis (secara tradisional dipotong menggunakan benang agar bentuknya tetap rapi) lalu diberi dua elemen pelengkap utama:
-
Parutan Kelapa Muda: Memberikan sentuhan rasa gurih dan guratan tekstur yang segar dengan sedikit taburan garam.
-
Kucuran Kental Juruh (Gula Jawa Cair): Diolah dari gula merah berkualitas tinggi, menghasilkan rasa manis legit beraroma karamel alami yang membalut lembut setiap gigitan.
Sensasi Cita Rasa: Perpaduan rasa gurih-asin dari parutan kelapa bertemu kental manisnya juruh gula jawa, berpadu sempurna dengan tekstur padat-kenyal dari ketan. Sederhana, otentik, dan memanjakan lidah.
Tradisi Krapyakan & Lopis Raksasa: Puncak Perayaan Syawalan
Lopis di Pekalongan tidak bisa dipisahkan dari perayaan Krapyakan—tradisi Syawalan (hari ke-7 setelah Hari Raya Idul Fitri) di Kelurahan Krapyak, Pekalongan Utara.
Pada momen perayaan ini, masyarakat setempat secara gotong royong membuat Lopis Raksasa dengan berat mencapai ribuan kilogram dan tinggi lebih dari 2 meter. Proses pembuatannya memakan waktu berhari-hari, mulai dari pencucian ketan, pembungkusan, hingga perebusan nonstop selama puluhan jam.
-
Filsafat Ketan yang Lengket: Ketan yang merekat erat melambangkan silaturahmi yang tidak pernah putus antarsesama warga dan tamu yang datang.
-
Pembagian Gratis: Setelah dipotong oleh pejabat setempat dan tokoh masyarakat, lopis raksasa ini dibagikan secara gratis kepada ribuan pengunjung yang memadati daerah Krapyak.

Destinasi Berburu Lopis dan Kudapan Tradisional Pekalongan
Bagi Anda yang ingin mencicipi kelezatan Lopis Pekalongan tanpa perlu menunggu tradisi Syawalan, berikut beberapa spot rekomendasi tempat membelinya:
| Destinasi / Penjual | Keunggulan & Ciri Khas | Lokasi / Area |
| Kawasan Krapyak (Sentra Lopis) | Pusat perajin lopis otentik. Banyak penjual rumahan yang menjajakan lopis segar saban hari. | Krapyak, Pekalongan Utara |
| Pasar Banyurip & Pasar Sorun | Tempat terbaik berburu lopis hangat dan aneka kue basah tradisional untuk sarapan pagi. | Kawasan Pasar Tradisional Pekalongan |
| Pusat Oleh-Oleh Jalan Hayam Wuruk | Menyediakan lopis dalam kemasan siap bawa (takeaway) yang rapi dan tahan lama untuk buah tangan. | Jl. Hayam Wuruk, Kota Pekalongan |
Kudapan Pendamping: Teman Setia Lopis
Selain lopis, Pekalongan juga kaya akan variasi jajan pasar berbasis ketan dan tepung yang kerap dijajakan berdampingan:
-
Ketan Bintul: Ketan gurih yang disajikan dengan taburan serundeng kelapa sangrai berbumbu rempah manis-pedas.
-
Cluban: Makanan mirip urap dengan kombinasi sayuran dan bumbu kelapa parut sangrai yang gurih pedas.
-
Megono Bungkus Daun Simpuk: Kudapan sarapan praktis porsi kecil yang sering dijual berdampingan dengan lopis di pasar kaget pagi hari.



